dengan adanya kesadaran kita bahwa kita hidup atas keputusan
politik, maka dalam buku ini juga Pandji mengungkapkan bahwa kita harus
peduli dengan politik. Meskipun kita melarat karena kebijakan politik,
tapi itu tak harus membuat kita membencinya. Karena jikalau kita
membenci politik itu dan mencoba untuk tidak peduli, maka kita sebagai
orang-orang yang tidak mengerti politik akan lebih melarat lagi karena
akan selalu menjadi korban orang-orang yang mengerti dan memainkan
politik.Jadi agar kita tidak bisa dibodoh-bodohi orang orang yang
ahli politik, maka mulai sekarang kita harus belajar tentang politik.
Meski kita bukan seseorang yang sekolah atau orang yang menuntut ilmu di
bidang politik, setidaknya dengan melihat media umum seperti koran dan
televisi bisa membuat kita tahu apa yang sedang terjadi di dunia
perpolitikan di Indonesia. Dan jika kita telah banyak tahu, maka kita
pun bisa menganalisis, siapa yang politiknya kotor dan siapa yang
politiknya bersih.
Apalagi di saat ini, di kala Indonesia sedang
mempersiapkan calon presiden yang akan memimpin selama lima tahun
mendatang, ini bisa menjadi kesempatan yang tidak boleh dilewatkan untuk
menilai manusia yang politiknya bersih. Memang tidak bisa pula
dikatakan bersih, tapi paling tidak kita bisa menilai yang terbaik di
antara keduanya. Dengan demikian, jika nanti kita memilih pemimpin
negeri ini, kita telah mempercayakan nasib kita kepadanya. Karena,
setiap keputusannya nanti akan berdampak bagi kehidupan kita yang
mendatang.
Oleh karena itu, saya juga sepakat dengan Pandji bahwa
menjadi kaum Golput dalam pemilu adalah sikap para pecundang yang tidak
mau berusaha mengubah nasibnya ke arah yang lebih baik. Setidaknya,
dengan kita bersama-sama memilih pemimpin yang baik, maka nanti kita
akan hidup lebih baik karena keputusan-keputusan baik yang diambil oleh
pemimpin yang kita pilih.
Oleh karena itu, jika saat ini kita
masih tidak peduli dengan politik Indonesia, marilah kita ubah sikap
kita untuk mengubah nasib kita. Mari sama-sama kita mengamati
perpolitikan Indonesia sehingga kita bisa tahu kepada siapa kita bisa
menyerahkan nasib kita ke depannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar